Jakarta - Rambut dalam kasus terorisme selalu dijadikan uji pembanding untuk mengetahui kecocokan DNA antara keluarga dan pelaku teror. Tidak hanya untuk uji DNA, rambut ternyata dapat digunakan sebagai uji kandungan narkotika dalam tubuh seseorang. Wow!
BISNIS ONLINE SPEKTAKULER..
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Oktober 2011
Minggu, 12 Juni 2011
Rabu, 18 Mei 2011
Modus Baru Pembobolan ATM
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Polda Metro Jaya menangkap dua pelaku pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan modus baru. Pelaku melakukan pembobolan total sekitar Rp 206 juta.
Kepala Satuan Reserse Mobil Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Kompol Herry Heryawan mengatakan, polisi telah menangkap dua tersangka berinisial AS (27) dan AB (26). Polisi menangkap pelaku pada Minggu (15/5).
Senin, 16 Mei 2011
CROP CIRCLE DI CIKARANG MASIH 'PERAWAN', BELUM ADA POLICE LINE
Jakarta - Tidak banyak orang yang tahu fenomena crop circle atau lingkaran misterius di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Warga setempat baru sadar setelah komunitas pecinta UFO berdatangan ke lokasi.
"Warga nggak ada yang tahu, kita tanya tukang ojek juga nggak ada yang tahu. Harus naik dulu ke bukit, baru bisa lihat sendiri," kata Julius Perdana, aktivis komunitas Beta UFO saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/5/2011).
"Warga nggak ada yang tahu, kita tanya tukang ojek juga nggak ada yang tahu. Harus naik dulu ke bukit, baru bisa lihat sendiri," kata Julius Perdana, aktivis komunitas Beta UFO saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/5/2011).
Minggu, 15 Mei 2011
Presiden SBY Raih Penghargaan Manajemen Bencana
REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan di bidang manajemen pengurangan risiko bencana dari Perserikatan Bangsa Bangsa yang diumumkan di Jenewa oleh
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon. Penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan Upacara Pembukaan Sidang ke-3 Global Platform Pengurangan Risiko Bencana yang dihadiri Direktur Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Jenewa, Selasa (10/5) siang.
Sabtu, 14 Mei 2011
Sejumlah Perusahaan AS di Indonesia Terlibat Transaksi Suap Internasional
REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA - Biro Penyelidik Investigasi (FBI) Amerika Serikat (AS) menyatakan ada sejumlah perusahaan AS di Indonesia yang terlibat dalam transaksi bisnis internasional. Namun, FBI enggan menyebutkan adanya keterlibatan penyelenggara negara dari Indonesia. Menurut Kepala Unit Korupsi Internasional FBI, Gary Johnson, FBI masih terus mendalami penyelidikan terkait penyuapan yang dilakukan sejumlah perusahaan AS tersebut.
Jumat, 06 Mei 2011
Beredar foto mesra Briptu Norman
FOTO SYUR
Setelah banyak mendapatkan simpati dari masyarakat dengan goyangan Indianya, Briptu Norman Kamaru mulai diserang kabar tidak sedap. Di Internet, foto-foto ciumannya dengan seorang wanita beredar luas.
Foto itu menyebar dan jadi bahan perbincangan sejak diunggah di situs forum diskusi Kaskus.us. Pengunggahnya memakai nama akun Follower.
Minggu, 01 Mei 2011
Uang Dari Melinda Dee Digunakan Andika Beli Arloji
Penyidik Kepolisian akhirnya menahan artis Andika Gumilang terkait kasus pembobolan uang nasabah Citibank dengan tersangka utamanya Inong Malinda atau Melinda Dee.
"Tersangka Andika mulai ditahan hari ini setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (26/04)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (27/04/2011).
Jumat, 29 April 2011
Direksi Citibank tak Hiraukan Tuduhan Melinda Dee dan Hotman Paris
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Direksi Citibank bergeming menghadapi tuduhan Melinda Dee bahwa direksi telah melindungi kejahatan yang sudah dilakukannya selama 10 tahun terakhir. Pengacara Hotman Paris pun menuntut direksi Citibank dijadikan tersangka karena memperbolehkan debt collector menagih utang dan berakhir pada kematian seorang nasabah mereka.
Selasa, 26 April 2011
Malinda Dee: Citibank Jadi Tempat Pencucian Uang Nasabah Selama 10 Tahun
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Inong Malinda Dee, pelaku penggelapan dana nasabah sebesar Rp 16,063, mengatakan, Citibank telah menampung dana pencucian uang nasabah Malinda selama 10 tahun. Hal itu diakui Malinda kepada kuasa hukumnya. "Malinda mengaku itu (menampung pencucian uang nasabah). Citibank tahu karena untung," kata salah satu kuasa hukum Inong Malinda Dee, Indra Sahnun Lubis, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/4).
Langganan:
Postingan (Atom)











